Gejala PCOS Sering Diabaikan: Kapan Harus Periksa?

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh
Gejala PCOS Sering Diabaikan: Kapan Harus Periksa?
Gejala PCOS Sering Diabaikan: Kapan Harus Periksa?

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang umum terjadi pada perempuan usia reproduksi. Kondisi ini ditandai dengan ketidakseimbangan hormon, menstruasi tidak teratur, peningkatan hormon androgen (hormon laki-laki), serta adanya banyak kista kecil di ovarium.

PCOS tidak hanya memengaruhi kesehatan reproduksi, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup.


Perempuan dengan PCOS berisiko mengalami kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga citra tubuh negatif.


Sebagai kondisi kronis, PCOS belum dapat disembuhkan. Namun, gejalanya dapat dikendalikan melalui pendekatan yang tepat, seperti perubahan gaya hidup, terapi medis, dan program kesuburan yang terarah.


Sebagian besar perempuan dengan PCOS juga mengalami resistensi insulin, bahkan tanpa diabetes. Kondisi ini berperan penting dalam memperburuk ketidakseimbangan hormon.


Ketika kadar insulin meningkat, maka:

  • produksi hormon androgen meningkat,
  • ovulasi menjadi tidak teratur,
  • penumpukan lemak, terutama di area perut, meningkat.


Gejala PCOS



Menstruasi tidak teratur merupakan salah satu gejala PCOS.
Menstruasi tidak teratur merupakan salah satu gejala PCOS.

Gejala PCOS dapat bervariasi pada setiap individu, tapi yang paling umum meliputi:


  • menstruasi tidak teratur,
  • pertambahan berat badan,
  • jerawat,
  • rambut rontok hingga menipis,
  • pertumbuhan rambut berlebih di wajah, dada, atau punggung,
  • gangguan mood,
  • gangguan tidur,
  • infertilitas (kesulitan hamil),
  • resistensi insulin


Diagnosis PCOS


PCOS sering dikaitkan dengan gangguan ovulasi yang berdampak pada kesuburan. Kondisi ini terjadi ketika ovarium memproduksi hormon androgen dalam jumlah tinggi, yang memengaruhi kesehatan reproduksi secara keseluruhan.


Dokter akan mempertimbangkan diagnosis PCOS jika terdapat minimal dua dari tiga kriteria berikut:


1. Menstruasi tidak teratur

Siklus menstruasi menjadi jarang atau tidak teratur. Dalam setahun, frekuensi haid bisa kurang dari normal (sekitar 8–9 kali) dengan durasi yang lebih panjang.


2. Kelebihan hormon androgen

Ditandai dengan munculnya rambut berlebih di area wajah, dada, atau punggung, serta dapat disertai jerawat.


3. Ovarium polikistik

Ovarium membesar dan mengandung banyak folikel (kantung berisi cairan) yang mengelilingi sel telur.



Penyebab dan faktor risiko


Penyebab pasti PCOS belum diketahui. Namun, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya:


1. Gaya hidup sedenter

Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan resistensi insulin.


2. Pola makan tinggi gula dan olahan

Konsumsi makanan manis dan karbohidrat olahan dapat memicu lonjakan gula darah dan ketidakseimbangan hormon.


3. Stres kronis

Stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol yang dapat mengganggu ovulasi dan metabolisme.


4. Kualitas tidur yang buruk

Kebiasaan bergadang dan paparan layar berlebihan dapat mengganggu ritme hormon.



Pemeriksaan PCOS


Tidak ada satu tes tunggal untuk memastikan diagnosis PCOS. Dokter biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menyingkirkan kondisi lain dengan gejala serupa, meliputi:


  • Pemeriksaan fisik: mengevaluasi jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, dan perubahan berat badan.
  • Pemeriksaan panggul: menilai kondisi ovarium.
  • Tes darah: mengukur kadar hormon.
  • USG panggul: melihat kondisi ovarium dan lapisan rahim.


Penanganan PCOS



PCOS dapat dikelola dengan mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang. 
PCOS dapat dikelola dengan mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang. 

Meskipun PCOS tidak dapat disembuhkan, kondisi ini dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi jangka panjang.


1. Perubahan gaya hidup

Langkah utama dalam mengelola PCOS, terutama untuk mengatasi resistensi insulin:

  • mengurangi asupan gula dan karbohidrat olahan;
  • mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein;
  • berolahraga secara rutin (minimal 150 menit per minggu);
  • menjaga berat badan ideal.

2. Terapi medis

Dokter dapat merekomendasikan terapi sesuai kondisi pasien:

  • terapi hormon untuk mengatur siklus menstruasi
  • obat penurun insulin
  • obat anti-androgen untuk mengatasi jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih

3. Program kesuburan

Bagi pasien yang merencanakan kehamilan:

  • induksi ovulasi,
  • pemantauan siklus reproduksi,
  • program kehamilan yang disesuaikan.


Pentingnya deteksi dini PCOS


Banyak perempuan tidak menyadari bahwa gejala yang dialami merupakan tanda PCOS. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko:

  • diabetes tipe 2,
  • gangguan metabolisme,
  • infertilitas,
  • gangguan kesehatan mental.

Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat dan efektif.



Pemeriksaan PCOS di GWS Medika


Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, pemeriksaan PCOS perlu dilakukan secara komprehensif melalui evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium.


Untuk memastikan hasil yang komprehensif, skrining PCOS idealnya mencakup beberapa parameter penting, seperti:

  • Estradiol (E2), FSH, dan LH:  menilai keseimbangan hormon reproduksi; 
  • Progesteron dan prolactin: melihat fungsi ovulasi dan gangguan hormonal lain; 
  • Testosteron, SHBG, dan free androgen index: mendeteksi kelebihan hormon androgen; 
  • TSH dan FT4: mengevaluasi fungsi tiroid yang juga berpengaruh pada siklus haid; 
  • HbA1c dan insulin: mengetahui risiko resistensi insulin dan gangguan metabolik.

Sebelum melakukan pemeriksaan PCOS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil yang diperoleh lebih akurat:


  • Pengambilan sampel sebaiknya dilakukan pada hari ke-2 hingga ke-5 siklus menstruasi.
  • Disarankan untuk berpuasa selama 8–10 jam sebelum pemeriksaan (diperbolehkan minum air putih), terutama karena terdapat pemeriksaan kadar insulin.
  • Pemeriksaan dianjurkan dilakukan pada pagi hari untuk mendapatkan hasil hormon yang lebih optimal.

Hasil skrining PCOS umumnya dapat diketahui dalam waktu sekitar 14 hari kerja setelah pengambilan sampel. Hal ini karena beberapa parameter pemeriksaan memerlukan analisis lanjutan di laboratorium di Singapura.


***


Deteksi dini adalah langkah awal untuk hidup lebih sehat dan terencana. Kunjungi Klinik GWS Medika untuk melakukan skrining PCOS.


ReferensiMayo Clinic. Diakses pada 2026. Polycystic Ovary Syndrome. NHS. Diakses pada 2026. Polycystic Ovary Syndrome. WHO. Diakses pada 2026. Polycystic Ovary Syndrome.